Sejarah Lembaga
Perjalanan LP2kM sebagai pengelola dharma kedua dan ketiga di STT Arastamar Wamena.
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena berdiri dan bertumbuh di Lembah Baliem, sebuah wilayah yang memiliki kekayaan budaya besar sekaligus tantangan pembangunan yang tidak ringan. Sejak awal, kampus ini meyakini bahwa pendidikan teologi tidak cukup berhenti pada ruang kuliah. Pengetahuan yang dibangun di ruang kelas perlu diuji di tengah jemaat, di kampung, dan di ruang hidup masyarakat Papua Pegunungan. Keyakinan itulah yang melatarbelakangi pembentukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang selanjutnya disingkat LP2kM.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menempatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai dua dari tiga dharma yang wajib diselenggarakan setiap perguruan tinggi. Amanat itu dipertegas oleh Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang menuntut adanya unit khusus yang mengelola kedua dharma tersebut secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. LP2kM hadir untuk menjawab amanat itu, bukan sekadar sebagai kelengkapan struktur, melainkan sebagai ruang kerja akademik yang menautkan kampus dengan persoalan nyata di sekitarnya.
Dari kegiatan yang tersebar menjadi kerja yang terkelola
Pada mulanya, penelitian dan pelayanan masyarakat berjalan sebagai inisiatif perseorangan. Dosen meneliti karena kebutuhan mengajar, mahasiswa melayani karena panggilan pelayanan, dan hasilnya jarang terdokumentasi dalam sistem yang dapat ditelusuri kembali. Kondisi ini lazim dialami perguruan tinggi yang sedang bertumbuh, tetapi menyimpan kelemahan mendasar: pengalaman lapangan yang berharga menguap tanpa menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan.
LP2kM dibentuk untuk menutup celah tersebut. Lembaga ini menata agenda penelitian dalam sebuah rencana induk, menyusun skema pendanaan internal, menetapkan pedoman penulisan dan etika, serta membangun basis data luaran yang terbuka bagi publik. Dengan cara itu, setiap kegiatan tidak berhenti sebagai laporan yang tersimpan di lemari, melainkan menjadi rekam jejak lembaga yang dapat diperiksa, dirujuk, dan dikembangkan oleh peneliti berikutnya.
Menegakkan dua jurnal sendiri
Tahap berikutnya adalah membuka saluran publikasi. LP2kM mengelola dua jurnal ilmiah, yaitu MEFORASH yang memuat hasil penelitian di bidang teologi, pendidikan agama Kristen, dan sosiologi agama, serta PHRONIMOS yang memuat laporan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dua jurnal ini menandai pergeseran penting: kampus tidak lagi hanya menjadi pengguna pengetahuan yang diproduksi di tempat lain, melainkan turut memproduksi dan menyebarkannya dari Wamena.
Arah ke depan
Digitalisasi menjadi agenda yang sedang dikerjakan saat ini. Dokumen penelitian dan pengabdian yang selama ini tersimpan dalam bentuk cetak sedang dialihkan ke dalam basis data daring agar dapat diakses lintas ruang dan waktu. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kampus Merdeka serta tuntutan penjaminan mutu yang menempatkan keterbukaan data sebagai syarat akuntabilitas. Melalui laman ini, LP2kM membuka rekam jejaknya kepada sivitas akademika, mitra gereja, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.