Rencana Induk Penelitian
Peta jalan penelitian lembaga beserta tema unggulan dan tahapan pencapaiannya.
Rencana Induk Penelitian, disingkat RIP, adalah dokumen arah yang mengikat seluruh kegiatan penelitian di lingkungan STT Arastamar Wamena. Dokumen ini disusun agar penelitian tidak berjalan sebagai kumpulan minat perseorangan yang tersebar, melainkan sebagai kerja kolektif yang terarah pada persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat Papua Pegunungan.
Landasan penyusunan
RIP disusun dengan memperhatikan tiga hal. Pertama, visi dan karakter keilmuan STT Arastamar Wamena sebagai perguruan tinggi teologi. Kedua, persoalan pembangunan daerah yang tergambar dalam dokumen perencanaan Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya. Ketiga, kemampuan nyata sumber daya dosen yang tersedia, agar peta jalan yang dirumuskan dapat dikerjakan, bukan sekadar diinginkan.
Tema unggulan
1. Teologi kontekstual Papua
Kajian atas perjumpaan Injil dengan kebudayaan Lembah Baliem dan wilayah pegunungan sekitarnya. Penelitian pada tema ini memanfaatkan kerangka teologi kontekstual yang membaca kebudayaan setempat sebagai mitra dialog teologis. Kajian mencakup bahasa dan ungkapan iman lokal, ritus peralihan hidup, sistem kekerabatan, serta hermeneutika teks yang peka konteks.
2. Pendidikan Kristen di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal
Kajian atas praktik pembelajaran pendidikan agama Kristen pada sekolah dan jemaat di wilayah dengan keterbatasan sarana, guru, dan akses. Tema ini menyoroti mutu pembelajaran, kesiapan guru, bahan ajar berbasis budaya lokal, serta strategi pendidikan yang membebaskan sebagaimana digagas dalam tradisi pedagogi kritis.
3. Pendidikan anak usia dini dan literasi keluarga
Kajian atas perkembangan anak, pola pengasuhan, dan pembangunan kebiasaan membaca sejak dini di lingkungan keluarga Kristen Papua. Perhatian diarahkan pada tahun-tahun awal kehidupan sebagai penentu capaian belajar di jenjang berikutnya.
4. Agama, perdamaian, dan kohesi sosial
Kajian atas peran gereja dan tokoh agama dalam pengelolaan konflik, pemulihan relasi antarwarga, serta perawatan kerukunan. Tema ini menggunakan perangkat sosiologi agama untuk membaca fungsi lembaga keagamaan dalam menjaga ikatan sosial masyarakat.
5. Gereja dan pembangunan masyarakat
Kajian atas keterlibatan gereja dalam ketahanan pangan lokal, kesehatan warga, ekonomi jemaat, dan pengelolaan lingkungan. Kerangka pembangunan berbasis aset digunakan untuk membaca kekuatan yang telah dimiliki komunitas, bukan semata kekurangannya.
6. Tata kelola pelayanan dan pemanfaatan teknologi
Kajian atas manajemen gereja dan lembaga pendidikan Kristen, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk pelayanan dan pembelajaran di wilayah dengan keterbatasan jaringan.
Tahapan pencapaian
- Tahap penataan. Pembakuan pedoman, pembentukan kelompok bidang keilmuan, dan pendataan seluruh luaran yang telah dihasilkan.
- Tahap penguatan. Peningkatan jumlah penelitian berskema, pendampingan penulisan artikel, dan penataan kedua jurnal menuju pengelolaan daring penuh.
- Tahap pengakuan. Pengajuan akreditasi jurnal, perolehan hibah dari luar lembaga, dan publikasi pada jurnal bereputasi nasional.
- Tahap kontribusi. Penelitian lembaga menjadi rujukan kebijakan gereja dan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan dan keagamaan.