Lompat ke isi utama
Wamena, Papua Pegunungan Senin sampai Jumat, 08.00 hingga 15.00 WIT
Lambang STT Arastamar Wamena
LP2kM Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STT Arastamar Wamena
Beranda / Pedoman dan Peta Jalan / Kuliah Kerja Nyata dan Pelayanan

Kuliah Kerja Nyata dan Pelayanan

Program pembelajaran lapangan mahasiswa di jemaat dan kampung.

Kuliah Kerja Nyata dan Pelayanan, yang selanjutnya disebut KKNP, adalah program pembelajaran lapangan wajib yang menempatkan mahasiswa untuk tinggal dan bekerja bersama jemaat serta warga kampung dalam kurun waktu tertentu. Program ini dikelola LP2kM bersama program studi.

Kedudukan dalam kurikulum

KKNP diakui sebagai bagian dari beban studi mahasiswa dan dapat dikonversi dalam skema pembelajaran di luar program studi sesuai kebijakan Kampus Merdeka. Mahasiswa yang berhak mengikuti adalah mereka yang telah menempuh sekurang-kurangnya seratus satuan kredit semester dan lulus pembekalan.

Tahapan program

  1. Penjajakan lokasi. Lembaga bersama program studi memetakan jemaat dan kampung yang bersedia menerima peserta, lalu menyusun kesepakatan tertulis.
  2. Pembekalan. Peserta menerima materi mengenai adat dan etika berkunjung, keselamatan lapangan, metode pemetaan kebutuhan, pelayanan jemaat, serta penulisan laporan.
  3. Pemberangkatan dan penempatan. Peserta ditempatkan dalam kelompok kecil dan didampingi seorang dosen pembimbing lapangan.
  4. Pelaksanaan. Peserta menjalankan program yang disusun bersama mitra, meliputi pelayanan ibadah, pembinaan anak dan remaja, pendampingan belajar, serta kegiatan kemasyarakatan lain.
  5. Pemantauan. Dosen pembimbing melakukan kunjungan lapangan dan menilai kinerja peserta.
  6. Penarikan dan pelaporan. Peserta menyusun laporan kelompok dan catatan reflektif perorangan, lalu memaparkannya dalam seminar hasil.

Penilaian

Penilaian mencakup kedisiplinan dan sikap selama di lapangan, keterlibatan dalam kegiatan mitra, mutu laporan, serta penilaian dari pihak jemaat atau kampung penerima. Penilaian mitra diberi bobot yang bermakna karena merekalah yang paling mengetahui kehadiran peserta di lapangan.